Blog ini merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang dapat di akses dengan mudah tanpa harus mencarinya di buku-buku, apa yang anda inginkan disini semuanya ada baik itu tentang jurnalistik,hukum-hukum,makalah, skripsi, semuanya terdapat di blog ini. "teruslah membaca karena membaca merupakan jendelanya dunia,semakin kita membaca maka semakin tampak bahwa kita ini benar-benar bodoh :" ayo kalau ingin terus dibilang bodoh mari sama2 membaca. :-).
Minggu, 21 April 2013
perpustakaan ilmu.
Sukses harga mati.
Pernahkah kita merasa bahwa kita selalu di bawah teman-teman kita? merasa was-was dalam menjalankan kehidupan. Merasa bahwa teman-teman saya banyak yang berhasil dengan menjalankan kariernya yang sudah mapan, sedangkan saya ? belum bisa seperti mereka.
Sebagian dari kita semua pasti pernah merasakan hal seperti ini, termasuk saya sendiri. Selalu membandingkan keadaan kita dengan keadaan orang lain dan mencoba menganalisis kita berada dalam posisi apa. Tidak jarang bahkan sering sekali kita merasa keadaan kita tidak sejajar dengan teman-teman kita, bahkan sangat jauh. Kita merasa mereka sudah menjalankan kehidupan yang mapan, lebih mantap dan sukses. Jika, sudah seperti itu, lantas kita merasa minder,gak PD, apalagi jika suatu waktu kita bertemu dengan orang yang kamu anggap lebih itu.
Dalam suatu artikel di katakan, jangan pernah membandingkan apa yang ada dalam diri orang lain dengan apa yang kita miliki. Karena biasannya,ini berakhir dengan perasaan buruk. Sedangkan jika kita merasa lebih baik maka kita akan bersikap Sombong yang selalu hinggap dalam diri kita. Sementara bila sebaliknya kita akan selalu merasa gagal dan pesimis.
Nah, dalam menjalankan hidup kita pasti pernah merasakan ketika kita berada di posisi kedua yakni, membandingkan dengan mereka yang sudah memiliki kemapanan hidup. Sudah menjadi sifat alami manusia yang selalu ingin hidup bahagia, akan tetapi dalam kenyataannya kehidupan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dalam kasus yang kedua, kita selalu Minder karena saya belum mencapai pada taraf seperti mereka. Dan hal ini terkadang ada yang termotivasi terkadang pula ada yang merasa selalu jatuh dan menyurutkan langkah untuk mengembangkan kemampuan yang lebih lanjut.
Terus apa yang harus aku lakukan?
Seorang Psikolog terkenal mengatakan, ukur keberhasilan kita dengan upaya yang sudah di jalankan disertai kemampuan yang nyata ada pada kita. Dengan kata lain, dari pada kita memikirkan/ mengukur kehidupan orang lain, lebih baik kita mengukur keadaan kita sekarang daripada keadaan kita di masa lalu. Apakah kita sudah berikhtiar untuk mencapai kesuksesan? Sudah sejauh mana kesuksesan versi kita? Jika sudah menemukaan jawabannya, maka kita harus bertafakkur berdasarkan standar kesuksesaan kita. Untuk itu perlu kiranya kita menetapkan sebuah target pencapaian sebagai ukuran.
Contoh: seorang pembalap menetapkan target untuk bisa mencapai kecepatan mengemudinya dengan menetapkan target 45 menit dalam satu kali putaran. nah, ketika lomba ia mampu menjadi juara 1 akan tetapi catatan waktunya tidak mencapai target 45 menit bahkan lebih. Maka dia belum mencapai target maksimal atau bisa di katakan gagal. Sebaliknya jika ia menjadi juara 2 akan tetapi catatan waktunya pas 45 menit atau bahkan kurang dari itu, maka dia telah mencapai target maksimal.
Setiap Insan(manusia) pasti ingin memenuhi capaian target yang sudah di rancang dalam pikirannya masing-masing. Dan tentunya capaian kesuksesan seseorang itu berbeda-beda. Oleh karena itu, berikanlah upaya maksimal untuk mencapai kesuksesaan yang engkau inginkan. Kemudian ukur sejauh mana kesuksesan yang telah kita capai. Ingat apa yang inginanda capai tekunilah, karena di katakan dalam sebuah hadits(pake bahasa sendiri),: “ Bahwasanya apabila ada seseorang yang menekuni suatu ilmu maka ilmu yang lain akan ikut’. Nah, so, tekuni target kalian maka anda akan mendapat yang lebih dari yang anda inginkan. Dan selalu jadikan Hari ini lebih baik dari hari esok maka dia termasuk orang yang sukses. Barangsiapa yang hari ini lebih Buruk dari hari kemarin maka dia termasuk orang yang merugi.
Mudah-mudahan kita termasuk orang yang Sukses itu..
Amiin..
NB: Always’ Say Semangaaattttt..!!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar