Blog ini merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang dapat di akses dengan mudah tanpa harus mencarinya di buku-buku, apa yang anda inginkan disini semuanya ada baik itu tentang jurnalistik,hukum-hukum,makalah, skripsi, semuanya terdapat di blog ini. "teruslah membaca karena membaca merupakan jendelanya dunia,semakin kita membaca maka semakin tampak bahwa kita ini benar-benar bodoh :" ayo kalau ingin terus dibilang bodoh mari sama2 membaca. :-).
Minggu, 21 April 2013
perpustakaan ilmu.
Sukses harga mati.
Pernahkah kita merasa bahwa kita selalu di bawah teman-teman kita? merasa was-was dalam menjalankan kehidupan. Merasa bahwa teman-teman saya banyak yang berhasil dengan menjalankan kariernya yang sudah mapan, sedangkan saya ? belum bisa seperti mereka.
Sebagian dari kita semua pasti pernah merasakan hal seperti ini, termasuk saya sendiri. Selalu membandingkan keadaan kita dengan keadaan orang lain dan mencoba menganalisis kita berada dalam posisi apa. Tidak jarang bahkan sering sekali kita merasa keadaan kita tidak sejajar dengan teman-teman kita, bahkan sangat jauh. Kita merasa mereka sudah menjalankan kehidupan yang mapan, lebih mantap dan sukses. Jika, sudah seperti itu, lantas kita merasa minder,gak PD, apalagi jika suatu waktu kita bertemu dengan orang yang kamu anggap lebih itu.
Dalam suatu artikel di katakan, jangan pernah membandingkan apa yang ada dalam diri orang lain dengan apa yang kita miliki. Karena biasannya,ini berakhir dengan perasaan buruk. Sedangkan jika kita merasa lebih baik maka kita akan bersikap Sombong yang selalu hinggap dalam diri kita. Sementara bila sebaliknya kita akan selalu merasa gagal dan pesimis.
Nah, dalam menjalankan hidup kita pasti pernah merasakan ketika kita berada di posisi kedua yakni, membandingkan dengan mereka yang sudah memiliki kemapanan hidup. Sudah menjadi sifat alami manusia yang selalu ingin hidup bahagia, akan tetapi dalam kenyataannya kehidupan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dalam kasus yang kedua, kita selalu Minder karena saya belum mencapai pada taraf seperti mereka. Dan hal ini terkadang ada yang termotivasi terkadang pula ada yang merasa selalu jatuh dan menyurutkan langkah untuk mengembangkan kemampuan yang lebih lanjut.
Terus apa yang harus aku lakukan?
Seorang Psikolog terkenal mengatakan, ukur keberhasilan kita dengan upaya yang sudah di jalankan disertai kemampuan yang nyata ada pada kita. Dengan kata lain, dari pada kita memikirkan/ mengukur kehidupan orang lain, lebih baik kita mengukur keadaan kita sekarang daripada keadaan kita di masa lalu. Apakah kita sudah berikhtiar untuk mencapai kesuksesan? Sudah sejauh mana kesuksesan versi kita? Jika sudah menemukaan jawabannya, maka kita harus bertafakkur berdasarkan standar kesuksesaan kita. Untuk itu perlu kiranya kita menetapkan sebuah target pencapaian sebagai ukuran.
Contoh: seorang pembalap menetapkan target untuk bisa mencapai kecepatan mengemudinya dengan menetapkan target 45 menit dalam satu kali putaran. nah, ketika lomba ia mampu menjadi juara 1 akan tetapi catatan waktunya tidak mencapai target 45 menit bahkan lebih. Maka dia belum mencapai target maksimal atau bisa di katakan gagal. Sebaliknya jika ia menjadi juara 2 akan tetapi catatan waktunya pas 45 menit atau bahkan kurang dari itu, maka dia telah mencapai target maksimal.
Setiap Insan(manusia) pasti ingin memenuhi capaian target yang sudah di rancang dalam pikirannya masing-masing. Dan tentunya capaian kesuksesan seseorang itu berbeda-beda. Oleh karena itu, berikanlah upaya maksimal untuk mencapai kesuksesaan yang engkau inginkan. Kemudian ukur sejauh mana kesuksesan yang telah kita capai. Ingat apa yang inginanda capai tekunilah, karena di katakan dalam sebuah hadits(pake bahasa sendiri),: “ Bahwasanya apabila ada seseorang yang menekuni suatu ilmu maka ilmu yang lain akan ikut’. Nah, so, tekuni target kalian maka anda akan mendapat yang lebih dari yang anda inginkan. Dan selalu jadikan Hari ini lebih baik dari hari esok maka dia termasuk orang yang sukses. Barangsiapa yang hari ini lebih Buruk dari hari kemarin maka dia termasuk orang yang merugi.
Mudah-mudahan kita termasuk orang yang Sukses itu..
Amiin..
NB: Always’ Say Semangaaattttt..!!!
Kamis, 18 April 2013
Para Intelektual Pesanteren Part 1
Syekh Muhammad Yasin al Fadani
Merupakan salah satu ulama terkemuka pada zamannya dan sesudahnya yang lahir pada abd XX. Ratusan warisan kitab-kitab klasik telah ia pelajari dan puluhan karya-karyanya telah ia hasilkan. Ia seolah-olah menjadi intelektual ulama pesantren yang mempunyai pengaruh besar pada zamnnya dan sesudahnya. Bukan hanya saja para ulama indonesia yang mengakui kedalaman keilmuan beliau akan tetapi seantero penjuru dunia pun mengakui kedalaman ilmu beliau.
Beliau di lahirkan di Mekkah pada tahun 1335 H. Tepatnya pada tahun 1916 M. dengan nama lengkapnya adalah Muhammad yasin ibn Muhammad Isa al Fadani al Makky al-Syafi’i. Mayoritas para ulama menggelarinya sebagai Musnid al-Hijaz(ahli sanad tanah Hijaz) atau Musnid al- Ashr(ahli sanad masa kini), bahkan ada yang menggelarinya sebagai Musnid al Dunya Ala al Ithlaq(ahli sanad penduduk dunia secara mutlak). Musnid merupakan sebutan bagi orang yang meriwayatkan hadits lengkap dengan sanadnya. Tidak semua orang mampu meraih gelar seperti ini, hanya orang-orang yang ahli dalam hadits lengkap dengan sanadnya yang bisa mendapat gelar semacam ini.
Lingkungan tempat beliau tinggal memang hidup di kalangan ulama ahli ibadah, lingkungan yang mendukung membuat Syekh Yasin dapat menyerap langsung dalam membentuk karakter jiwanya dalam mencintai ilmu agama. Adalah Syekh Al-Mu’ammar Muhammad isa Al- fadani merupakan guru sekaligus ayah beliau. Merupakan salah satu ulama mekkah yang di segani. Dari tempaan ayahnya sendiri Syekh yasin belajar membaca Al-quran sekaligus memahami maknanya. Setelah itu ia belajar kepada pamannya yang juga merupakan seorag ulama besar, yaitu Syekh Mahmud Al-Fadani. Dari pamanya beliau belajar dasar-dasar bahasa arab .
Tepatnya pada tahun 1346 H/1928 M, beliau belajar di lembaga formal tepatnya di Madrasah Al- Shaulutiyyah Al-Hindiyah dari sana beliau mempelajari dasar-dasar ilmu islam. Selama belajar di sana Syekh yasin juga rutin mengikuti kegiatan Halaqoh non formal yang di gelar oleh ulama-ulama terkemuka di Masjidil Haram. Beliau menimba ilmu di sana selama 7 tahun.
setelah itu beliau melanjutkan studinya di Dar al Ulum al Diniyyah yang didirikan oleh ulama mekkah kelahiran palembang yakni Sayyid Muhsin bin Ali Al-Musawwa.sampai menyelesaikan pendidikannya di sana.
Di Dar ulum ini beliau mendapatkan berbagai ilmu di bidang keislaman. Diantaranya adalah kitab-kitab hadits,tafsir,balaghah,ushul fiqh,tasawwuf dan msih banyak lagi lainnya. Diantara guru-guru beliau adalah Al-Allamah al-Mufannin al-Syekh Muhammad Ali Ibn Ibrahim al-Maliki al Makky atau yang lebih di kenal dengan imam Sibawaih, Syekh Abi Ali Hasan ibn Muhammad al-Masyath al Makki, Syekh Umar ibn Hamdan al Mahrusi al Maliki orang-orang menyebutnya sebagai Muhadditsu al Haramayn(ahli hadits mekkah dan madinah), Al Faqih Syeikh Umar Bajuneid, Syekh Sa’id ibn Muhammad Al-yamani dan Syekh Hasan Al-yamani,Syekh Sayyid Muhsin ibn Ali al Musawwi al-Falimbani al Makki, Al-Allamah al-Mu’arrikh al Musnid al Wara’ al Zahid Abdullah Muhammad Ghazi al Makki,Syekh Al-Allamah Al Mufassir al-Lughawi al Adib Ibrahim ibn Dawud al-Fathani al-Makki, Sayyid Al-Allamah Alawi ibn Abbas al-Maliki al-Makki,Syekh al-Muqri al-Syihab Ahmad al-Mukhalalati al-Syami al-Makki,Syekh Al-Muamar Khalifah ibn Hammad al-Nabhani al-Bahrayni al-Makki, Syekh Abdullah ibn Al-islam al-Sanadi al-Dayubandi. Itulah diantara nama-nama guru besar Syekh Yasin. Sebenarnya masih banyak lagi yang belum di sebutkan mengingat Syekh Yasin tidak hanya belajar di daerah Mekkah saja, akan tetapi beliau belajar sampai ke Thaif,Madinah,Riyadh, maupun kota lainnya. Bahkan beliau belajar sampai ke luar Arab Saudi seperti Mesir,Yaman,Kuwait dan negeri lainnya. Dalam suatu riwayat di katakan bahwasanya jumlah ulama yang menjadi guru beliau dan menerima sanad dan ijazah, ada sekitar 700 ulama baik dari kalangan Pria maupun Wanita.
Sejak kecil beliau memang di kenal sebagai seorang Santri yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata, sehingga tidak mengherankan apabila beliau mampu mengungguli teman-temanya. Bahkan tidak jarang banyak dari kalangan teman-temanya belajar kepada beliau. Selain itu beliau di kagumi oleh orang-orang terutama gurunya karena akhlak beliau yang luhur.
Pengabdian untuk umat
Setelah menyelesaikan Studinya di Dar al ulum al- Diniyah, beliau mengabdikan dirinya dengan mengajarkan ilmunya kepada para penduduk sekitarnya. Pada tahun 1359 H beliau di angkat sebagai wakil direktur Dar al-Ulum. Selain itu ia juga tetap memberikan pengajian dan pengajaran rutin di masjidil haram, tepatnya di serambi antara Bab Ibrahim dan Bab al-Wada. Begitu juga ia mengajar di di rumah dan perpustakaan pribadinya. Rekomendasi izin resmi mengajar beliau dapatkan dari Ri’asah al-Qadha’ wa al-Mudarrisin, merupakan sebuah lembaga yang menangani masalah izin kehakiman dan pengajaran, dengan No. 83 pada tanggal 10 juni 1969.
Berbagai cabang ilmu pernah beliau ajarkan akan tetapi beliau mengkhususkan diri untuk mengajar hadits dan ilmu hadits. Yakni kitab Al-Kutub al Haditsah al-Sab’ah (tujuh kitab hadits) dan semuanya di khatamkan pada bulan Ramadhan. Pengajian dan pengajaran ini berlangsung selama 15 tahun lamanya sampai beliau wafat dalam usia 75 tahun. Kecerdasan dan kedalam ilmu beliau dalam meriwayatkan hadits sudah tidak dapat di pungkiri lagi keberadaannya. Ribuan hadits lengkap dengan sanadnya ia hafal sempurna. Hal ini dapat kita lihat dari puluhan kitab karya tangan beliau sendiri. Keahliannya dalam bidang ini banyak di akui oleh para ulama diantaranya: Prof.Dr.Umar Hasyim(Rektor dan Guru besar Hadits Universitas Al-Azhar),Syekh Muslih Abdurrahman al-Maraqi( pendiri pesantren Futuhiyyah Mranggaen Demak), Syekh Ramzi Sa’ad al Din Damasyaqiyya(ulama dari Syria), KH. Maimun Zubair(pengasuh pesantren Al-Anwar Sarang-Rembang), Syekh Nuruddin Marbu Al- Banjari(Ulama Banjaramasin yang mengajar di Kairo) dan Ulama’ lainnya yang pernah bertemu dengan Beliau.
Di bawah asuhan beliau telah lahir para ulama-ulama mumpuni yang tersebar di berbagai negara. Setiap berkunjung ke negara-negara islam, beliau diminta untuk mengijazahkan sanad hadits. Beliau ini bisa juga di katakan sebagai penjaga sanad hadits. Ribuan sanad yang beliau peroleh di bukukan dalam puluhan karyanya dan menjadi rujukan ulama-ulama hadits.
Karya tangan
Beliau merupakan ulama yang mempunyai pemikiran yang luas selain mengajar beliau menulis kitab-kitab agar dapat di pakai sebagai rujukan dalam khasanah keilmuan islam.jumlah karnyanya mencapai 97 kitab, diantaranya 25 kitab tentang ilmu dan ushul fiqh, 9 kitab tentang ilmu hadits, serta 36 tentang ilmu Falak. Kitabnya yang terkenal adalah Al-Fawaid al-Janiyyah, merupakan kitab yang menjadi rujukan dalam mata kuliah Ushul Fiqh di fakultas Syariah Al-Azhar Kairo.
Kitab-kitab karangannya yang lain. Diantaranya adalah:
• Fath al-Allam Syarh Bulugh al-Maram. 4 jilid
• Al-Durr al-Mandlud Syarh Sunan Abi Dawud.(20 juz)
• Nayl al-Ma’mul’ala Lubb al-Ushul wa Ghayah al-wushul
• Jam’u al-Jawani
• Manhal al-Ifadah
• Ad-Durr an-Nadhid
• Hasyiyah ‘ala al-Asybah wan an-Nazhir
• Risalah fi al-Mantiq
• Husn ash-Shiyaghah syarh kitab Durus al-Balaghah
Merupakan salah satu ulama terkemuka pada zamannya dan sesudahnya yang lahir pada abd XX. Ratusan warisan kitab-kitab klasik telah ia pelajari dan puluhan karya-karyanya telah ia hasilkan. Ia seolah-olah menjadi intelektual ulama pesantren yang mempunyai pengaruh besar pada zamnnya dan sesudahnya. Bukan hanya saja para ulama indonesia yang mengakui kedalaman keilmuan beliau akan tetapi seantero penjuru dunia pun mengakui kedalaman ilmu beliau.
Beliau di lahirkan di Mekkah pada tahun 1335 H. Tepatnya pada tahun 1916 M. dengan nama lengkapnya adalah Muhammad yasin ibn Muhammad Isa al Fadani al Makky al-Syafi’i. Mayoritas para ulama menggelarinya sebagai Musnid al-Hijaz(ahli sanad tanah Hijaz) atau Musnid al- Ashr(ahli sanad masa kini), bahkan ada yang menggelarinya sebagai Musnid al Dunya Ala al Ithlaq(ahli sanad penduduk dunia secara mutlak). Musnid merupakan sebutan bagi orang yang meriwayatkan hadits lengkap dengan sanadnya. Tidak semua orang mampu meraih gelar seperti ini, hanya orang-orang yang ahli dalam hadits lengkap dengan sanadnya yang bisa mendapat gelar semacam ini.
Lingkungan tempat beliau tinggal memang hidup di kalangan ulama ahli ibadah, lingkungan yang mendukung membuat Syekh Yasin dapat menyerap langsung dalam membentuk karakter jiwanya dalam mencintai ilmu agama. Adalah Syekh Al-Mu’ammar Muhammad isa Al- fadani merupakan guru sekaligus ayah beliau. Merupakan salah satu ulama mekkah yang di segani. Dari tempaan ayahnya sendiri Syekh yasin belajar membaca Al-quran sekaligus memahami maknanya. Setelah itu ia belajar kepada pamannya yang juga merupakan seorag ulama besar, yaitu Syekh Mahmud Al-Fadani. Dari pamanya beliau belajar dasar-dasar bahasa arab .
Tepatnya pada tahun 1346 H/1928 M, beliau belajar di lembaga formal tepatnya di Madrasah Al- Shaulutiyyah Al-Hindiyah dari sana beliau mempelajari dasar-dasar ilmu islam. Selama belajar di sana Syekh yasin juga rutin mengikuti kegiatan Halaqoh non formal yang di gelar oleh ulama-ulama terkemuka di Masjidil Haram. Beliau menimba ilmu di sana selama 7 tahun.
setelah itu beliau melanjutkan studinya di Dar al Ulum al Diniyyah yang didirikan oleh ulama mekkah kelahiran palembang yakni Sayyid Muhsin bin Ali Al-Musawwa.sampai menyelesaikan pendidikannya di sana.
Di Dar ulum ini beliau mendapatkan berbagai ilmu di bidang keislaman. Diantaranya adalah kitab-kitab hadits,tafsir,balaghah,ushul fiqh,tasawwuf dan msih banyak lagi lainnya. Diantara guru-guru beliau adalah Al-Allamah al-Mufannin al-Syekh Muhammad Ali Ibn Ibrahim al-Maliki al Makky atau yang lebih di kenal dengan imam Sibawaih, Syekh Abi Ali Hasan ibn Muhammad al-Masyath al Makki, Syekh Umar ibn Hamdan al Mahrusi al Maliki orang-orang menyebutnya sebagai Muhadditsu al Haramayn(ahli hadits mekkah dan madinah), Al Faqih Syeikh Umar Bajuneid, Syekh Sa’id ibn Muhammad Al-yamani dan Syekh Hasan Al-yamani,Syekh Sayyid Muhsin ibn Ali al Musawwi al-Falimbani al Makki, Al-Allamah al-Mu’arrikh al Musnid al Wara’ al Zahid Abdullah Muhammad Ghazi al Makki,Syekh Al-Allamah Al Mufassir al-Lughawi al Adib Ibrahim ibn Dawud al-Fathani al-Makki, Sayyid Al-Allamah Alawi ibn Abbas al-Maliki al-Makki,Syekh al-Muqri al-Syihab Ahmad al-Mukhalalati al-Syami al-Makki,Syekh Al-Muamar Khalifah ibn Hammad al-Nabhani al-Bahrayni al-Makki, Syekh Abdullah ibn Al-islam al-Sanadi al-Dayubandi. Itulah diantara nama-nama guru besar Syekh Yasin. Sebenarnya masih banyak lagi yang belum di sebutkan mengingat Syekh Yasin tidak hanya belajar di daerah Mekkah saja, akan tetapi beliau belajar sampai ke Thaif,Madinah,Riyadh, maupun kota lainnya. Bahkan beliau belajar sampai ke luar Arab Saudi seperti Mesir,Yaman,Kuwait dan negeri lainnya. Dalam suatu riwayat di katakan bahwasanya jumlah ulama yang menjadi guru beliau dan menerima sanad dan ijazah, ada sekitar 700 ulama baik dari kalangan Pria maupun Wanita.
Sejak kecil beliau memang di kenal sebagai seorang Santri yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata, sehingga tidak mengherankan apabila beliau mampu mengungguli teman-temanya. Bahkan tidak jarang banyak dari kalangan teman-temanya belajar kepada beliau. Selain itu beliau di kagumi oleh orang-orang terutama gurunya karena akhlak beliau yang luhur.
Pengabdian untuk umat
Setelah menyelesaikan Studinya di Dar al ulum al- Diniyah, beliau mengabdikan dirinya dengan mengajarkan ilmunya kepada para penduduk sekitarnya. Pada tahun 1359 H beliau di angkat sebagai wakil direktur Dar al-Ulum. Selain itu ia juga tetap memberikan pengajian dan pengajaran rutin di masjidil haram, tepatnya di serambi antara Bab Ibrahim dan Bab al-Wada. Begitu juga ia mengajar di di rumah dan perpustakaan pribadinya. Rekomendasi izin resmi mengajar beliau dapatkan dari Ri’asah al-Qadha’ wa al-Mudarrisin, merupakan sebuah lembaga yang menangani masalah izin kehakiman dan pengajaran, dengan No. 83 pada tanggal 10 juni 1969.
Berbagai cabang ilmu pernah beliau ajarkan akan tetapi beliau mengkhususkan diri untuk mengajar hadits dan ilmu hadits. Yakni kitab Al-Kutub al Haditsah al-Sab’ah (tujuh kitab hadits) dan semuanya di khatamkan pada bulan Ramadhan. Pengajian dan pengajaran ini berlangsung selama 15 tahun lamanya sampai beliau wafat dalam usia 75 tahun. Kecerdasan dan kedalam ilmu beliau dalam meriwayatkan hadits sudah tidak dapat di pungkiri lagi keberadaannya. Ribuan hadits lengkap dengan sanadnya ia hafal sempurna. Hal ini dapat kita lihat dari puluhan kitab karya tangan beliau sendiri. Keahliannya dalam bidang ini banyak di akui oleh para ulama diantaranya: Prof.Dr.Umar Hasyim(Rektor dan Guru besar Hadits Universitas Al-Azhar),Syekh Muslih Abdurrahman al-Maraqi( pendiri pesantren Futuhiyyah Mranggaen Demak), Syekh Ramzi Sa’ad al Din Damasyaqiyya(ulama dari Syria), KH. Maimun Zubair(pengasuh pesantren Al-Anwar Sarang-Rembang), Syekh Nuruddin Marbu Al- Banjari(Ulama Banjaramasin yang mengajar di Kairo) dan Ulama’ lainnya yang pernah bertemu dengan Beliau.
Di bawah asuhan beliau telah lahir para ulama-ulama mumpuni yang tersebar di berbagai negara. Setiap berkunjung ke negara-negara islam, beliau diminta untuk mengijazahkan sanad hadits. Beliau ini bisa juga di katakan sebagai penjaga sanad hadits. Ribuan sanad yang beliau peroleh di bukukan dalam puluhan karyanya dan menjadi rujukan ulama-ulama hadits.
Karya tangan

Beliau merupakan ulama yang mempunyai pemikiran yang luas selain mengajar beliau menulis kitab-kitab agar dapat di pakai sebagai rujukan dalam khasanah keilmuan islam.jumlah karnyanya mencapai 97 kitab, diantaranya 25 kitab tentang ilmu dan ushul fiqh, 9 kitab tentang ilmu hadits, serta 36 tentang ilmu Falak. Kitabnya yang terkenal adalah Al-Fawaid al-Janiyyah, merupakan kitab yang menjadi rujukan dalam mata kuliah Ushul Fiqh di fakultas Syariah Al-Azhar Kairo.
Kitab-kitab karangannya yang lain. Diantaranya adalah:
• Fath al-Allam Syarh Bulugh al-Maram. 4 jilid
• Al-Durr al-Mandlud Syarh Sunan Abi Dawud.(20 juz)
• Nayl al-Ma’mul’ala Lubb al-Ushul wa Ghayah al-wushul
• Jam’u al-Jawani
• Manhal al-Ifadah
• Ad-Durr an-Nadhid
• Hasyiyah ‘ala al-Asybah wan an-Nazhir
• Risalah fi al-Mantiq
• Husn ash-Shiyaghah syarh kitab Durus al-Balaghah
Rabu, 17 April 2013
JUZ AWWAL
JUZ AWWAL
PEMIKIRAN DASAR
Dalam bukunya michael H Hart. Seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah. Di jelaskan bahwasanya seratus tokoh itu merupakan manusia-manusia besar yang mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam hidup. Dan di tegaskan keseratus tokoh tersebut dalam artian ialah yang menentukan jalannya sejarah.
Saya teringat dengan tokoh Voltaire tokoh filsuf asal perancis, ketika itu pada tahun 1726- mendengar adanya diskusi di kalangan para pemikir(cendekiawan) tentang siapakah manusia paling jempolan?? Alexander?,Sir isaac Newton? Atau Aristoteles? . salah satu peserta mengatakan tak pelak lagi pastilah Sir Issac Newton ahli bin ahlinya. Voltaire Akur dengan penuh pertimbangan,” dia berkata: “ memang dialah yang membimbing kita punya pikiran dengan kekuatan kebenaran, bukan membelenggunya dengan kekerasan. Karena itulah sepatutnya kita menaruh rasa hormat dan salam ta’zim dan berhutang budi padanya.”
Pertanyaan buat kita, apakah Voltaire yakin bahwa Sir issac Newton manusia terjempol di jagad? Ataukah Voltaire hanya menampilkan permasalahan filosofis agar tidak memancing pertanyaan-pertanyaan susulan dari sekian banyak manusia yang pernah lahir di dunia?
Artikel-artikel kecil ini merupakan jawaban saya. Saya akan mencoba menampilkan para tokoh-tokoh dunia yang berpengaruh dalam peradaban sejarah hidup manusia. Saya akan mencoba menampilkan sesuatu apa yang saya ketahui dari sumber-sumber yang bisa di pertanggungjawabkan kebenarannya.
Perlu di ketahui, ada pepatah mengatakan “ jika kita ingin menjadi orang besar maka belajarlah kepada orang-orang besar, “ dengan catatan kita harus berfikir , merenungi, dan melakukan, sebagaimana di katakan dalam salah satu ayat al-quran “ yang artinya “ dan tiadalah yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.” Nah kiranya berangkat dari pemikiran ini, para pembaca dapat mengambil hal-hal yang positif dan negatif dari tokoh-tokoh besar tersebut. Karena kenapa? Orang yang tidak dapat mengambil pelajaran ialah orang yang merugi, barangsiapa yang tidak bertambah ilmunya dari hari kemarin atau sama dengan hari sekarang dia adalah termasuk manusia yang amat merugi.
Artikel ini semata-mata hanya berpegang pada para tokoh-tokoh yang mempunyai peranan besar dalam mengubah sejarah dunia. Dalam menyusun urutannya menurut keseluruhan dari peran yang dilakukannya bagi umat manusia. Tak peduli apakah dia seorang yang baik hati, suka menolong ataupun orang yang kejam sekalipun, saya akan mencoba menampilkannya sesuai dengan kehidupan nyata.
Dalam artikel ini bukan semata-mata hanya memilih tokoh yang paling tenar dalam sejarah. Ketenaran,bakat,kedermawanan,akhlak,tidaklah bisa di samakan dengan pengaruh. Oleh karena itu nama-nama tokoh yang saya cantumkan tidaklah mesti berkaitan dengan kebaikan,kelembutan, dan belas kasih akan tetapi termasuk tokoh-tokoh yang paling terkejam pun akan saya cantumkan.
Nah demikian, Kritik dan Saran saya harapkan, sebagai kritik membangun untuk saya sendiri..
Selamat Membaca...
Langganan:
Postingan (Atom)