Kamis, 18 April 2013

Para Intelektual Pesanteren Part 1

Syekh Muhammad Yasin al Fadani

Merupakan salah satu ulama terkemuka pada zamannya dan sesudahnya yang lahir pada abd XX. Ratusan warisan kitab-kitab klasik telah ia pelajari dan puluhan karya-karyanya telah ia hasilkan. Ia seolah-olah menjadi intelektual ulama pesantren yang mempunyai pengaruh besar pada zamnnya dan sesudahnya. Bukan hanya saja para ulama indonesia yang mengakui kedalaman keilmuan beliau akan tetapi seantero penjuru dunia pun mengakui kedalaman ilmu beliau.
Beliau di lahirkan di Mekkah pada tahun 1335 H. Tepatnya pada tahun 1916 M. dengan nama lengkapnya adalah Muhammad yasin ibn Muhammad Isa al Fadani al Makky al-Syafi’i. Mayoritas para ulama menggelarinya sebagai Musnid al-Hijaz(ahli sanad tanah Hijaz) atau Musnid al- Ashr(ahli sanad masa kini), bahkan ada yang menggelarinya sebagai Musnid al Dunya Ala al Ithlaq(ahli sanad penduduk dunia secara mutlak). Musnid merupakan sebutan bagi orang yang meriwayatkan hadits lengkap dengan sanadnya. Tidak semua orang mampu meraih gelar seperti ini, hanya orang-orang yang ahli dalam hadits lengkap dengan sanadnya yang bisa mendapat gelar semacam ini.
Lingkungan tempat beliau tinggal memang hidup di kalangan ulama ahli ibadah, lingkungan yang mendukung membuat Syekh Yasin dapat menyerap langsung dalam membentuk karakter jiwanya dalam mencintai ilmu agama. Adalah Syekh Al-Mu’ammar Muhammad isa Al- fadani merupakan guru sekaligus ayah beliau. Merupakan salah satu ulama mekkah yang di segani. Dari tempaan ayahnya sendiri Syekh yasin belajar membaca Al-quran sekaligus memahami maknanya. Setelah itu ia belajar kepada pamannya yang juga merupakan seorag ulama besar, yaitu Syekh Mahmud Al-Fadani. Dari pamanya beliau belajar dasar-dasar bahasa arab .
Tepatnya pada tahun 1346 H/1928 M, beliau belajar di lembaga formal tepatnya di Madrasah Al- Shaulutiyyah Al-Hindiyah dari sana beliau mempelajari dasar-dasar ilmu islam. Selama belajar di sana Syekh yasin juga rutin mengikuti kegiatan Halaqoh non formal yang di gelar oleh ulama-ulama terkemuka di Masjidil Haram. Beliau menimba ilmu di sana selama 7 tahun.
setelah itu beliau melanjutkan studinya di Dar al Ulum al Diniyyah yang didirikan oleh ulama mekkah kelahiran palembang yakni Sayyid Muhsin bin Ali Al-Musawwa.sampai menyelesaikan pendidikannya di sana.
Di Dar ulum ini beliau mendapatkan berbagai ilmu di bidang keislaman. Diantaranya adalah kitab-kitab hadits,tafsir,balaghah,ushul fiqh,tasawwuf dan msih banyak lagi lainnya. Diantara guru-guru beliau adalah Al-Allamah al-Mufannin al-Syekh Muhammad Ali Ibn Ibrahim al-Maliki al Makky atau yang lebih di kenal dengan imam Sibawaih, Syekh Abi Ali Hasan ibn Muhammad al-Masyath al Makki, Syekh Umar ibn Hamdan al Mahrusi al Maliki orang-orang menyebutnya sebagai Muhadditsu al Haramayn(ahli hadits mekkah dan madinah), Al Faqih Syeikh Umar Bajuneid, Syekh Sa’id ibn Muhammad Al-yamani dan Syekh Hasan Al-yamani,Syekh Sayyid Muhsin ibn Ali al Musawwi al-Falimbani al Makki, Al-Allamah al-Mu’arrikh al Musnid al Wara’ al Zahid Abdullah Muhammad Ghazi al Makki,Syekh Al-Allamah Al Mufassir al-Lughawi al Adib Ibrahim ibn Dawud al-Fathani al-Makki, Sayyid Al-Allamah Alawi ibn Abbas al-Maliki al-Makki,Syekh al-Muqri al-Syihab Ahmad al-Mukhalalati al-Syami al-Makki,Syekh Al-Muamar Khalifah ibn Hammad al-Nabhani al-Bahrayni al-Makki, Syekh Abdullah ibn Al-islam al-Sanadi al-Dayubandi. Itulah diantara nama-nama guru besar Syekh Yasin. Sebenarnya masih banyak lagi yang belum di sebutkan mengingat Syekh Yasin tidak hanya belajar di daerah Mekkah saja, akan tetapi beliau belajar sampai ke Thaif,Madinah,Riyadh, maupun kota lainnya. Bahkan beliau belajar sampai ke luar Arab Saudi seperti Mesir,Yaman,Kuwait dan negeri lainnya. Dalam suatu riwayat di katakan bahwasanya jumlah ulama yang menjadi guru beliau dan menerima sanad dan ijazah, ada sekitar 700 ulama baik dari kalangan Pria maupun Wanita.
Sejak kecil beliau memang di kenal sebagai seorang Santri yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata, sehingga tidak mengherankan apabila beliau mampu mengungguli teman-temanya. Bahkan tidak jarang banyak dari kalangan teman-temanya belajar kepada beliau. Selain itu beliau di kagumi oleh orang-orang terutama gurunya karena akhlak beliau yang luhur.

Pengabdian untuk umat

Setelah menyelesaikan Studinya di Dar al ulum al- Diniyah, beliau mengabdikan dirinya dengan mengajarkan ilmunya kepada para penduduk sekitarnya. Pada tahun 1359 H beliau di angkat sebagai wakil direktur Dar al-Ulum. Selain itu ia juga tetap memberikan pengajian dan pengajaran rutin di masjidil haram, tepatnya di serambi antara Bab Ibrahim dan Bab al-Wada. Begitu juga ia mengajar di di rumah dan perpustakaan pribadinya. Rekomendasi izin resmi mengajar beliau dapatkan dari Ri’asah al-Qadha’ wa al-Mudarrisin, merupakan sebuah lembaga yang menangani masalah izin kehakiman dan pengajaran, dengan No. 83 pada tanggal 10 juni 1969.
Berbagai cabang ilmu pernah beliau ajarkan akan tetapi beliau mengkhususkan diri untuk mengajar hadits dan ilmu hadits. Yakni kitab Al-Kutub al Haditsah al-Sab’ah (tujuh kitab hadits) dan semuanya di khatamkan pada bulan Ramadhan. Pengajian dan pengajaran ini berlangsung selama 15 tahun lamanya sampai beliau wafat dalam usia 75 tahun. Kecerdasan dan kedalam ilmu beliau dalam meriwayatkan hadits sudah tidak dapat di pungkiri lagi keberadaannya. Ribuan hadits lengkap dengan sanadnya ia hafal sempurna. Hal ini dapat kita lihat dari puluhan kitab karya tangan beliau sendiri. Keahliannya dalam bidang ini banyak di akui oleh para ulama diantaranya: Prof.Dr.Umar Hasyim(Rektor dan Guru besar Hadits Universitas Al-Azhar),Syekh Muslih Abdurrahman al-Maraqi( pendiri pesantren Futuhiyyah Mranggaen Demak), Syekh Ramzi Sa’ad al Din Damasyaqiyya(ulama dari Syria), KH. Maimun Zubair(pengasuh pesantren Al-Anwar Sarang-Rembang), Syekh Nuruddin Marbu Al- Banjari(Ulama Banjaramasin yang mengajar di Kairo) dan Ulama’ lainnya yang pernah bertemu dengan Beliau.
Di bawah asuhan beliau telah lahir para ulama-ulama mumpuni yang tersebar di berbagai negara. Setiap berkunjung ke negara-negara islam, beliau diminta untuk mengijazahkan sanad hadits. Beliau ini bisa juga di katakan sebagai penjaga sanad hadits. Ribuan sanad yang beliau peroleh di bukukan dalam puluhan karyanya dan menjadi rujukan ulama-ulama hadits.

Karya tangan

Beliau merupakan ulama yang mempunyai pemikiran yang luas selain mengajar beliau menulis kitab-kitab agar dapat di pakai sebagai rujukan dalam khasanah keilmuan islam.jumlah karnyanya mencapai 97 kitab, diantaranya 25 kitab tentang ilmu dan ushul fiqh, 9 kitab tentang ilmu hadits, serta 36 tentang ilmu Falak. Kitabnya yang terkenal adalah Al-Fawaid al-Janiyyah, merupakan kitab yang menjadi rujukan dalam mata kuliah Ushul Fiqh di fakultas Syariah Al-Azhar Kairo.
Kitab-kitab karangannya yang lain. Diantaranya adalah:
• Fath al-Allam Syarh Bulugh al-Maram. 4 jilid
• Al-Durr al-Mandlud Syarh Sunan Abi Dawud.(20 juz)
• Nayl al-Ma’mul’ala Lubb al-Ushul wa Ghayah al-wushul
• Jam’u al-Jawani
• Manhal al-Ifadah
• Ad-Durr an-Nadhid
• Hasyiyah ‘ala al-Asybah wan an-Nazhir
• Risalah fi al-Mantiq
• Husn ash-Shiyaghah syarh kitab Durus al-Balaghah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar